Halaman

Senin, 04 Juni 2012

Membuat North Arrow dengan Simbol U


Pengguna ArcGIS yang berasal dari pengguna ArcView tentu merasa kesulitan memodifikasi north arrow milik ArcMap (9.3). Contoh modifikasi yang pailng umum adalah mengganti karakter "N" dengan "U". ArcGIS memang menggunakan font sebagai north arrow sehingga kita harus mengedit font yang digunakan untuk north arrow tersebut.
Saya sudah melakukan editing font untuk north arrow untuk mengubah "N" menjadi "U". Silakan ikuti langkah-langkah berikut
  1. Download ESRI_40.TTF di http://www.filefactory.com/file/a0f6488/n/esri_40.ttf
  2. Buka folder C:WINDOWSFonts
  3. Pindahkan file ESRI_40.TTF atau ESRI North (TrueType) ke tempat aman sebagai backup
  4. Timpakan file ESRI_40.TTF ke directory C:WINDOWSFonts
Semua project ArcGIS yang menggunakan north arrow akan secara otomatis berubah menyesuaikan dengan north arrow yang baru.

Menambah Field Bertipe Double


Ketika menambahkan filed bertipe double, terkadang operator sering berpikir dahulu dan membuka catatan apa yang dimaksud dengan precision dan scale dalam tipe double tersebut.
Precision; adalah jumlah karakter dalam field secara kesuluruhan termasuk satu karakter untuk tanda desimal
Scale ; adalah jumlah karakter di belakang tanda desimal (jumlah desimal)
Contoh 
angka 245.245
memiliki precision = 7 dan scale = 3

Beberapa Field Calculation yang Umum Digunakan dalam Perhitungan Field Tipe String


Berikut ini adalah beberapa field calculation yang biasanya digunakan :
1.    Menggabungkan beberapa field ke dalam satu field
[Field Name]&[Field Name]
Contoh: [NamaKota]&[Jml_Penduduk]

2.    Menambahkan spasi di antara dua field yang digabungkan
[Field Name]&" "&[Field Name]
Contoh: [NamaKota]&" "&[Jml_Penduduk]

3.    Membuat semua karakter di dalam field menjadi huruf kecil
LCase ([Field Name])

4.    Mengambil tiga karakter pertama dari field
Left ([Field Name],3)

5.    Mengambil empat karakter pertama dari field
Right ([Field Name],4)

6.    Mengambil karanter di tengah, dimulai dari string keempat dengan jumlah tiga karakter
Mid ([Field Name],4,3)

7.    Menghapus spasi dari string di bagian kiri
Ltrim ([Field Name])

8.    Menghapus spasi dari string di bagian kanan
Rtrim ([Field Name])

9.    Menambahkan jam dan tanggal hari ini di field
Now()


Input Data Koordinat menggunakan MS Excel


Input data melalui serangkaian (seri) data koordinat sering dilakukan dalam operasi GIS. Standar umum yang sering digunakan untuk input data koordinat adalah format database (DBF) atau text (TXT). Namun untuk ArcGIS 9.x ke atas, kita bisa juga mengugnakan input data koordinat dengan format XLS atau XLSX (Microsoft Excel). Berikut adalah contoh bagaimana memasukan data koordinat ke ArcGIS 9.x dengan format XLSX.

Contoh kasus
Kita akan melakukan plotting dua buah polygon, yaitu polygon A dan polygon B. Kedua polygon tersebut dibentuk oleh kumpulan titik-titik yang terhubung. Oleh karena itu, input data dari polygon tersebut adalah berupa point.
Sedangkan daftar koordinat dari data adalah seperti di bawah ini

Minggu, 03 Juni 2012

MENGHILANGKAN ANGKA DESIMAL DI GRID UTM


Pada awalnya beralih dari Arcview ke ArcGIS mungkin kita merasa kesulitan untuk Melakukan setting pada GRID sistem koordinat UTM (Measured Grid), terutama pada jumlah angka desimal yang berjumlah enam buah. setelah  mencoba mengotak - atik sendiri yang akhirnya tambah bikin pusing (Maklum newbie) dan googling di internet ternyata caranya sangatlah mudah. Untuk menghilangkan desimal di Grid UTM yang sudah terlanjur dibuat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  1. Double click di data frame
  2. Pilih tabs Grids
  3. Piilh grid UTM yang akan dihilangkan desimalnya.
  4. Klik Properties
  5. Pilih Labels
  6. Kilk Additional Properties
  7. Kilk Number Formats
  8. Set Rounding ke 0 bukan 6
  9. dan Klik OK.

Untuk grid yang belum dibuat, agar grid UTM selanjutnya tidak lagi memiliki jumlah 6 (enam) desimal, kita perlu mengedit Styles
  1. Klik menu Style > Style Manager
  2. Pilih ESRI.style
  3. Cari di bawah ESRI.style > Reference Systems
  4. Pilih grid yang akan dijadikan acuan, misalnya Measured Grid 2. Double Klik di atasnya
  5. Pilih Labels
  6. Kilk Additional Properties…
  7. Kilk Number Formats…
  8. Set Rounding ke 0 bukan 3
  9. Klik OK sebanyak tiga kali

MEMBUAT GRID LAYOUT SENDIRI PADA ARCGIS DENGAN STYLE

Memberi informasi koordinat pada Layout adalah salah satu keharusan dalam pembuatan peta, yang biasanya dilakukan dengan memberi GRID Lat/Lon atau X/Y. Grid ini berisi informasi koordinat peta yang kita hasilkan. Pada ArcGIS 10, secara default kita akan diberi fasilitas GRID yang agak kaku, tanpa fasilitas mengubah satuan yang fleksible. Namun, untuk membuat GRID versi sendiri pada layout, ArcGIS memberikan fasilitas style. Cara membuat GRID layout sendiri pada ArcGIS dengan menggunakan style bisa dilakukan sebagai berikut.


Sabtu, 14 April 2012

Basic disk vs dynamic disk



Pada saat windows 2000 diluncurkan, Microsoft memperkenalkan konsep baru dalam penyimpanan disk, yaitudynamic disk. Semua versi Windows (bahkan DOS) mendukung konnsep yang sebelumnya telah ada, basic disk, tetapi hanya versi Windows setelah Windows 2000 saja yang medukung konsep dynamic diskBasic dan dynamic disk dapat mengandung kombinasi FAT16, FAT32, atau NTFS partitions atau volumes.
Sebenarnya apa yang dimaksud dengan basic disk dan dynamic disk? Mari kita lihat lebih dekat
Basic disk storage
Menurut Microsoft yang dikutip dari situs resminya. Basic disk storage menggunakan normal partition tables yang didukung oleh MS-DOS, Microsoft Windows 95, Microsoft Windows 98, Microsoft Windows Millennium Edition (Me), Microsoft Windows NT, Microsoft Windows 2000, and Windows XP. Suatu disk yang dijadikan sebagai basic storage disebut dengan basic diskBasic disk mengandung basic volumes seperti primary partitionsextended partitions dan logical drive.
Singkatnya, basic storage menggunakan partisi, bukan volume.
Kerugian basic disk adalah kita hanya dapat membuat sampai 4 primary partitions atau 3 primary partitions dan 1extended partition dengan multiple logical drive.
Sebagai tambahan, basic volumes memasukan multidisc volumes yang dibuat dengan menggunakan Windows NT 4.0 atau sebelumnya, seperti menetapkan volume, menetapkan stripe, menetapkan mirror, dan menetapkanstripe dengan parity. Windows XP tidak mendukung multidisc volumes seperti itu. Oleh karena itu, sebelum kita menginstall windows XP Profesional semua multidisc basic volumes tadi harus dihapus atau dirubah menjadidynamic disk.
Dynamic disk storage
Menurut Microsoft yang dikutip dari situs resminya. Dynamic storage didukung oleh Windows 2000 dan Windows XP Profesional (dan versi-versi sesudahnya). Suatu disk yang dijadikan sebagai dynamic storage disebut dynamic diskDynamic disk mengandung dynamic volumes, seperti simple volumes, spanned volumesstriped volumes,mirrored volumes, dan RAID-5 volumes.
Sebagai catatan, dynamic disk tidak didukung oleh removable storage atau portable seperti flashdisk. Selain itu kita juga tidak didukung oleh komputer yang berbasiskan Windows XP Home Edition.
Dengan menggunakan dynamic disk kita dapat memakai disk dan mengatur volume tanpa perlu melakukan restart sistem operasi. Selain itu kita dapat membuat volume yang terdiri dari banyak disk seperti spanned danstriped volumes. Dynamic disk juga menawarkan fleksibilitas yang cukup besar untuk volume managementkarena menggunakan database untuk menyimpan informasi mengenai dynamic volume dalam disk dan dynamic volume yang lain dalam komputer itu.
Berbeda dengan basic diskdynamic disk menampung volume, bukan partisi. Jumlah volumes yang dapat kita buat dalam dynamic hard disk hanya dibatasi oleh jumlah ruang kosong yang tersisa pada har disk tersebut. Kita dapat menambahkan besarnya volume tersebut baik dari disk yang sama atau dari disk yang berbeda. Tetapi kita tidak dapat mengecilkan volume tanpa menghapus data yang ada di dalamnya. Kita dapat menggunakan basicdan dynamic disk pada satu sistem komputer yang sama.
Arti istilah-istilah:
Volume: unit penyimpanan yang dibentuk dari ruang kosong yang berasal dari satu atau lebih disk. Sebuah volume diformat dengan file system dan diberikan drive letter (C:, D: ,.. sampai Z:). Sebuah hard disk dapat memiliki lebih dari satu volume dan volume dapat dibagi/tersebar/terdapat pada lebih dari satu hard disk.
Simple volume: menggunakan ruang kosong yang berasal dari satu hard disk. Dapat terdiri dari satu region dalam disk atau banyak region (penggabungan beberapa region). Simple volume dapat diperluas kedalam beberapa hard disk sehingga menjadi spanned volume. Sifatnya tidak fault tolerant dan bisa diperluas sesuka hati.
Spanned volume: dibuat dari ruang kosong hard disk yang terhubung bersama dari banyak disk (maksimum 32 disk). Spanned volume tidak dapat melakukan mirror dan sifatnya tidak fault-tolerant.
Striped volume: dalam volume ini data tersebar pada dua atau lebih physical disks. Data dalam volume jenis ini dialokasikan secara berurutan dan datar pada setiap physical diskStriped volume tidak dapat melakukan mirrorataupun diperluas dan sifatnya tidak fault-tolerant. Biasa dikenal dengan istilah RAID-0.
Mirrored: sifatnya fault-tolerant. Data diduplikasi ke dalam dua physical disks. Seluruh data dalam satu volumedicopy ke disk yang lain sehingga menimbulkan redundancy data. Jika salah satu disk mengalami kerusakan, data tetap dapat diakses dari disk yang satu lagi. Tidak dapat diperluas (hanya sebatas dua disk). Lebih dikenal dengan RAID-1.
RAID-5: merupakan volume yang sifatnya fault-tolerant. Data dibagi ke dalam beberapa array dari tiga atau lebih disks termasuk paritynya (nilai yang dapat digunakan untuk me-recreate data setelah terjadi kegagalan). Jika satuphysical disk mengalami kerusakan, bagian dari volume RAID-5 yang terdapat dalam disk itu dapat dipulihkan dari data yang tersisa dan paritynya. RAID-5 tidak dapat melakukan mirror ataupun diperluas.
Sytem volume: mengandung file yang berisi spesifikasi hardware yang digunakan Windows saat melakukan load (contohnya Ntldr, Boot.ini, dan Ntdetect.com). System volume dapat, tapi tidak harus, sama seperti boot volume.
Boot volume: mengandung file-file system operasi Windows yang diletakan pada folder %Systemroot% dan %Systemroot%\System32. ). Boot volume dapat, tapi tidak harus, sama seperti system volume.