Halaman

Tampilkan postingan dengan label ARCGIS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ARCGIS. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Oktober 2012

MENGENAL TIPE DATA DALAM ATRIBUT TABEL DI ARCMAP


Setiap kali menambahkan field baru dalam attribute table yang tersedia di ArcMap, kita dihadapkan pada pilihan Data Type apa yang akan kita gunakan untuk field tersebut (lihat gambar dibawah). Posting kali ini akan menunjukkan perbedaan dari Data Type dalam attribute table. Dengan mengenal Data Type tersebut, kesalahan penggunaannya dapat dihindari.
add field

Rabu, 03 Oktober 2012

Next Mengolah Data Citra SRTM


Pada bagian sebelumnya telah diuraikan bagaimana memperoleh data citra SRTM dari global Mapper. Pada bagian ini akan di uraikan pengolahan citra tersebut dengan menggunakan aplikasi pengolah data DEM yang lain seperti Surfer 10 dan ArcGis 9.3 sampai kepada hasil akhirnya berupa peta topografi. 
Kali ini citra SRTM yang kita gunakan adalah Citra SRTM daerah Pangkajene, Kab. Sidrap Sulsel yang diduga sebagai kaldera purba. Citra SRTM daerah Pangkajene dapat dilihat pada gambar di bawah ini.

Membuat Kontur dari Data SRTM dengan Global Mapper


SRTM (Shuttle Radar Topography Mission) merupakan citra yang saat ini banyak digunakan untuk melihat secara cepat bentuk permukaan. SRTM adalah data elevasi resolusi tinggi merepresentasikan topografi bumi dengan cakupan global (80% luasan dunia). Data SRTM adalah data elevasi muka bumi yang dihasilkan dari satelit yang diluncurkan NASA (National Aeronautics and Space Administration). Data ini dapat digunakan untuk melengkapi informasi ketinggian dari produk peta 2D, seperti kontur, profil. Ketelitian bisa mencapai 15 m dan berguna untuk pemetaan skala menengah sampai dengan skala tinggi (Lili Somantri).

SRTM – Membuat 3D semu dengan ArcMap


Berikut adalah salah satu contoh penggunaan SRTM dengan ArcMap untuk menampilkan peta 3D semu (bukan real 3D). Dari gambar terlihat ada efek bayangan yang menambah dramatis topografi yang ada.
Berikut adalah langkah-langkahnya
1. Siapkan ArcMap, buka data raster SRTM yang sudah diproyeksikan
2. Buat data Hillshade
  • Data hillshade adalah intensitas lahan menerima sinar matahari yang datang pada sudut dan azimuth yang ditentukan.
  • Klik pada menu Spatial Analyst > Surface Analyst > Hillshade
  • Azimuth : arah datangnya sinar matahari
  • Altitude: sudut kemiringan matahari dari horizon
  • Jika tidak yakin dengan azimuth dan altitude, biarkan saja semua secara default
3. Set Transparansi Hillshade
  • Aktifkan toolbar Effect dengan cara Klik kanan pada toolbar apa saja. Dapat juga diakses melalui menu Tools > Customize
  • Set transparansi data Hillshade ke 30 (misalkan)
4. Atur symbologi layer SRTM (ketinggian) misalnya dengan gradasi dari Hijau (dataran rendah) ke Merah (dataran tinggi)
4. Pengaturan Urutan layer
  • Tempatkan layer Hillshade lebih atas dari data SRTM (ketingian)
  • Tambahkan data SHP jalan, sungai, pemukiman, dan anotasi
  • Adjust transparansi layer Hillshade dan Symbology layer SRTM (ketinggian) untuk mendapatkan hasil yang maksimal
Gambar contoh pengaturan layer
Pada ArcMap pun dihasilkan tampilan seolah-olah ada effek bayangan (3D) tanpa harus menggunakan ArcScene dan memanaskan CPU
Enjoy.

Kamis, 07 Juni 2012

KONVERSI KONTUR SHP KE LAYER 3D CAD


cara melakukan konversi layer  kontur dari  format ESRI shapefile (shp) menjadi  layer CAD dengan tetap ingin  mendapatkan nilai z nya atau elevasi dari kontur tersebut.

UPDATE KOORDINAT X DAN Y FEATURE POINT DI ARCGIS

Update Koordinat di ArcGIS, yaitu mengisi secara otomatis koordinat X dan Y atau Long/Lat ada beberapa cara yang bisa dilakukan. Baik menggunakan default tools yang sudah tersedia di ArcGIS atau menggunakan extension yang bisa di unduh secara gratis.

Postingan kali ini akan menunjukkan 4 cara melakukan update nilai koordinat di ArcGIS, 2 cara menggunakan fungsi default yang sudah tersedia di ArcGIS, 2 lainnya menggunakan extension.

Rabu, 06 Juni 2012

Satuan Kelerengan Persen vs Derajat

Kelerengan (slope) sering dinyatakan dalam satuan DERAJAT dan PERSEN. Kelihatannya mudah sekali mengkonversi antar keduanya. Tetapi terkadang, kita sering tertukar dan salah memberi satuan. Kesalahan yang paling umum adalah bahwa jika kelerengan itu tegak, maka satuannya adalah 90 derajat atau 100%. Kesalahan di sini adalah memberikan angka kelerengan 100% kepada tebing yang menjulang tegak tersebut yang seharusnya ~ persen (tak terhingga persen).

Selasa, 05 Juni 2012

Plotting Trayek Ukur dengan ArcGIS dan MS Excel

Trayek ukur adalah rute yang dibuat dalam segmen-segmen pengukuran yang biasanya dilakukan dengan menggunakan alat ukura terestris seperti kompas/tali, T0 atau TS. Hasi pengukuran di lapangan tersebut biasanya dalam bentuk jarak dan azimuth. Tutorial ini membahas bagaimana MS Excel digunakan untuk plotting trayek ukur.

1. Siapkan Data hasil pengukuran terestris.
 Trayek ukur yang baik selalu ada titik kontrol. Jika koordinat titik kontrol belum diketahui, set koordinatnya menjadi 0;0.

Senin, 04 Juni 2012

MS Excel: Konversi Decimal Degree (DD) ke Derajat, Menit, Detik (DMS)

Menggunakan perangkat lunak yang paling mudah dan tetap tepat sasaran (efektif) adalah salah satu cara agar opersional GIS tidak terlalu jelimet. MS Excel, meskipun sedianya ini adalah perangkat lunak spreadsheet, dapat digunakan sebagai pelengkap opersional GIS. Salah satu contohnya adalah dalam hal membuat laporan. Berikut adalah contoh bagaimana MS Excel digunakan untuk mengkonversi nila decimal degree (DD) ke Degree-Minute-Second (DMS).
Gambar di atas adalah contoh daftar koordinat dalam DD yang akan dikonversi ke DMS

Membuat Label Bertingkat di ArcMap


Memberi label bertingkat (terdiri dari beberapa baris) di ArcGIS sangat memungkinkan. Hal ini sangat membantu untuk memotong memberi label dari beberapa Field dimana setiap Field menempati satu baris label.
Label expression yang digunakan contohnya adalah sebagai berikut:
[Field Name1]&vbnewline&[Field Name2]&vbnewline&[Field Name3]

Membuat North Arrow dengan Simbol U


Pengguna ArcGIS yang berasal dari pengguna ArcView tentu merasa kesulitan memodifikasi north arrow milik ArcMap (9.3). Contoh modifikasi yang pailng umum adalah mengganti karakter "N" dengan "U". ArcGIS memang menggunakan font sebagai north arrow sehingga kita harus mengedit font yang digunakan untuk north arrow tersebut.
Saya sudah melakukan editing font untuk north arrow untuk mengubah "N" menjadi "U". Silakan ikuti langkah-langkah berikut
  1. Download ESRI_40.TTF di http://www.filefactory.com/file/a0f6488/n/esri_40.ttf
  2. Buka folder C:WINDOWSFonts
  3. Pindahkan file ESRI_40.TTF atau ESRI North (TrueType) ke tempat aman sebagai backup
  4. Timpakan file ESRI_40.TTF ke directory C:WINDOWSFonts
Semua project ArcGIS yang menggunakan north arrow akan secara otomatis berubah menyesuaikan dengan north arrow yang baru.

Menambah Field Bertipe Double


Ketika menambahkan filed bertipe double, terkadang operator sering berpikir dahulu dan membuka catatan apa yang dimaksud dengan precision dan scale dalam tipe double tersebut.
Precision; adalah jumlah karakter dalam field secara kesuluruhan termasuk satu karakter untuk tanda desimal
Scale ; adalah jumlah karakter di belakang tanda desimal (jumlah desimal)
Contoh 
angka 245.245
memiliki precision = 7 dan scale = 3

Beberapa Field Calculation yang Umum Digunakan dalam Perhitungan Field Tipe String


Berikut ini adalah beberapa field calculation yang biasanya digunakan :
1.    Menggabungkan beberapa field ke dalam satu field
[Field Name]&[Field Name]
Contoh: [NamaKota]&[Jml_Penduduk]

2.    Menambahkan spasi di antara dua field yang digabungkan
[Field Name]&" "&[Field Name]
Contoh: [NamaKota]&" "&[Jml_Penduduk]

3.    Membuat semua karakter di dalam field menjadi huruf kecil
LCase ([Field Name])

4.    Mengambil tiga karakter pertama dari field
Left ([Field Name],3)

5.    Mengambil empat karakter pertama dari field
Right ([Field Name],4)

6.    Mengambil karanter di tengah, dimulai dari string keempat dengan jumlah tiga karakter
Mid ([Field Name],4,3)

7.    Menghapus spasi dari string di bagian kiri
Ltrim ([Field Name])

8.    Menghapus spasi dari string di bagian kanan
Rtrim ([Field Name])

9.    Menambahkan jam dan tanggal hari ini di field
Now()


Input Data Koordinat menggunakan MS Excel


Input data melalui serangkaian (seri) data koordinat sering dilakukan dalam operasi GIS. Standar umum yang sering digunakan untuk input data koordinat adalah format database (DBF) atau text (TXT). Namun untuk ArcGIS 9.x ke atas, kita bisa juga mengugnakan input data koordinat dengan format XLS atau XLSX (Microsoft Excel). Berikut adalah contoh bagaimana memasukan data koordinat ke ArcGIS 9.x dengan format XLSX.

Contoh kasus
Kita akan melakukan plotting dua buah polygon, yaitu polygon A dan polygon B. Kedua polygon tersebut dibentuk oleh kumpulan titik-titik yang terhubung. Oleh karena itu, input data dari polygon tersebut adalah berupa point.
Sedangkan daftar koordinat dari data adalah seperti di bawah ini

Minggu, 03 Juni 2012

MENGHILANGKAN ANGKA DESIMAL DI GRID UTM


Pada awalnya beralih dari Arcview ke ArcGIS mungkin kita merasa kesulitan untuk Melakukan setting pada GRID sistem koordinat UTM (Measured Grid), terutama pada jumlah angka desimal yang berjumlah enam buah. setelah  mencoba mengotak - atik sendiri yang akhirnya tambah bikin pusing (Maklum newbie) dan googling di internet ternyata caranya sangatlah mudah. Untuk menghilangkan desimal di Grid UTM yang sudah terlanjur dibuat dapat dilakukan dengan langkah-langkah berikut:
  1. Double click di data frame
  2. Pilih tabs Grids
  3. Piilh grid UTM yang akan dihilangkan desimalnya.
  4. Klik Properties
  5. Pilih Labels
  6. Kilk Additional Properties
  7. Kilk Number Formats
  8. Set Rounding ke 0 bukan 6
  9. dan Klik OK.

Untuk grid yang belum dibuat, agar grid UTM selanjutnya tidak lagi memiliki jumlah 6 (enam) desimal, kita perlu mengedit Styles
  1. Klik menu Style > Style Manager
  2. Pilih ESRI.style
  3. Cari di bawah ESRI.style > Reference Systems
  4. Pilih grid yang akan dijadikan acuan, misalnya Measured Grid 2. Double Klik di atasnya
  5. Pilih Labels
  6. Kilk Additional Properties…
  7. Kilk Number Formats…
  8. Set Rounding ke 0 bukan 3
  9. Klik OK sebanyak tiga kali

MEMBUAT GRID LAYOUT SENDIRI PADA ARCGIS DENGAN STYLE

Memberi informasi koordinat pada Layout adalah salah satu keharusan dalam pembuatan peta, yang biasanya dilakukan dengan memberi GRID Lat/Lon atau X/Y. Grid ini berisi informasi koordinat peta yang kita hasilkan. Pada ArcGIS 10, secara default kita akan diberi fasilitas GRID yang agak kaku, tanpa fasilitas mengubah satuan yang fleksible. Namun, untuk membuat GRID versi sendiri pada layout, ArcGIS memberikan fasilitas style. Cara membuat GRID layout sendiri pada ArcGIS dengan menggunakan style bisa dilakukan sebagai berikut.